Mompreneur

Main Angka, Main Hati

Di masa pandemi ini nggak dapat dipungkiri banyak orang yang alih profesi dan mendadak bisnis. Nggak heran, karena banyak sektor industri terdampak langsung.

Nah, karena kita bukan orang bisnis, kadang kita main tabrak aturan dan etika berbisnis. Ini bukan bisnis yang wah, lho ya... Tapi saya bicara bisnis rumahan yang kicik2, yang modalnya dikiiit atau malah tanpa modal.

Bahwa kondisi saat ini memang mengharuskan kita gesit berusaha demi dapur mengepul. Istilah saya 'main angka' dalam arti angka nominal rupiah. Namanya bisnis ya harus untung. Kalo nggak untung namanya yayasan sosial. Tapi, kita juga harus 'main hati'. Rasa kita juga mesti dipakai. Ini situasi yang luar biasa. Kita nggak bisa melulu ngitung angka, tapi ada belarasa yang harus kita mainkan juga.

Kira2 apa aja sih aturan 'main angka, main hati' yang kita mesti lakukan sehingga di manapun posisi kita, baik pebisnis, relasi bisnis, pertemanan maupun konsumen sama2 nyaman saat bertransaksi dan nggak jadi ganjelan?

  1. Kalo teman kita jualan, jangan nawar. Sukur2 kalo kita tahu kondisinya atau melihat bagaimana kerasnya dia berusaha, kita berikan apresiasi dengan memberikan sedikit tambahan saat membayar.
    Kita tidak pernah tahu, berapa keuntungan yang dia dapat. Mungkin saja untuk modal yang beberapa ratus ribu pun dia pinjam saudara atau teman. Sementara kita kalo belanja ke toko, makin bergengsi tokonya, makin bangga kita kalo nggak nawar.
    Kalo kita merasa harganya kemahalan atau mutu kurang baik, ya udah...kita belanja aja ke tempat lain.
  2. Kalo temen kita jualan makanan, jangan minta resep. Kita tidak pernah tahu berapa puluh kilo singkong yang dia harus buang untuk mendapatkan rasa yang pas, kita tidak pernah tahu berapa puluh telur terbuang, mixer berputar, butter tertumpah, demi mendapatkan resep yang pas.
    Tinggal tanya aja Mbah Google, beres. Utak-atik sendiri resepmu. Iya, kita perlu main angka, biar irit masak sendiri di rumah. Tapi ingat, kita mesti main hati, teman kita berjualan, hargailah.
  3. Kalo teman kita tanpa diminta berbaik hati memberikan resep karena mungkin dia kasihan dan berpikir kita hanya akan menggunakan untuk pribadi, hargailah kebaikan hatinya. Jangan malah teman yang kasih resep sedang ancang2 untuk meluncurkan produknya, kita enak2an mencuri start dengan segala sesuatu persis sama.
    Oke, mungkin kita merasa "waaah, lumayan laris kalo aku jual ini, apalagi aku jual lebih murah", kita fokus pada angka. Tapi dimana hati kita? Maka perlu kita main hati, memperhitungkan relasi kita dengan teman tersebut, apakah teman tersebut pernah mencelakakan kita, apakah teman tersebut justru pernah membantu kita, mari kita timbang2 rasa di hati kita.
  4. Kalo kita kepepeeeeet banget harus menggunakan ide atau resep teman, minta ijinlah, seperti yang dilakukan oleh salah satu sahabat saya yang chatnya saya captured. Jujur saya acung jempol. Dan kita nggak boleh sakit hati kalo teman bilang nggak.
    Lho kan nggak ada hak ciptanya? Memang tidak ada. Kalo kita nggak pake nanya resep dan nggak kenal sekalian, bukan temen bukan sodara, lalu kita bikin sejenis tapi utak-atik sendiri, nah...itu sah dalam bisnis, namanya kompetisi atau persaingan. Kalo dengan teman, lebih baik bersinergi daripada bersaing, kan?

Jadi, memang kita harus banyak2 "main angka, main hati" di masa pandemi ini, karena ini kan bisnis kicik2, bukan perusahaan. Aturannya bukan yang tertulis pada kitab hukum tapi pada hati, kepantasan, toleransi, belarasa, simpati, empati, tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial.

Kalo temen kita ngeyel, kita boleh negur kok. Dan kalo masih ngeyel, ketawain aja...
Tetap kita berbuat baik, nggak melulu main angka, karena kebaikan kita akan menyelamatkan.

Percaya saya. Saya bukan motivator, tapi sebagai mompreneur saya telah nengalaminya.

Selamat berbisnis, semangat dan gembira bermain angka, bermain hati.

Kalo nggak mau dicubit, jangan nyubit, dong...
Kecuali cubit2 manjaaaaahh 🥰
.
.
#mompreneur suka main angka, main hati
#newnormal #stayhome #physicaldistancing #staysafe #stayhealthy

Youtube Channel Jalan Bareng Anna

OFFICIAL

HP : +62 82111 5335 88 (WA)
Email : Anna@vincentiaanna.com

 

Search